Pentingnya Meluruskan Makna Jihad

Jihad selalu identik dengan perang (qital). Bahkan belakangan ini kekerasan yang dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab juga diklaim sebagai bagian dari jihad. Karena itu, perlu mengkaji ulang hakekat dari makna jihad yang sebenarnya.

Secara bahasa, jihad berarti bersungguh-sungguh, yaitu mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Secara istilah berarti seorang muslim yang mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya dalam melakukan sesuatu untuk mencapai ridha Allah SWT.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan mengatakan, pengertian jihad sangat luas, tidak hanya identik dengan perang (qital). “Jihad itu jangan diartikan perang atau fisik saja, tapi jihad itu artinya sungguh-sungguh untuk mencapai sebuah tujuan dan cita-cita,” kata Amidhan pada Lazuardi Birru beberapa waktu lalu.

Dalam konteks Indonesia ini, kata Amidhan, pengertian jihad tidak bisa dikaitkan dengan perang karena Indonesia merupakan negara yang relatif damai. Para ulama, lanjut Amidhan, mengkategorikan wilayah menjadi dua, yaitu wilayah dakwah dan wilayah perang. Indonesia masuk pada wilayah dakwah.

“Indonesia ini masuk wilayah dakwah, tidak ada wilayah perang itu. Kita tidak ada musuh. Siapa pun kalau dakwah itu semuanya kawan, kalau di daerah dakwah pihak lain diartikan musuh, tidak mungkin bisa melakukan dakwah. Karena itu, jihad di Indonesia itu tidak ada dalam arti perang atau penyerangan fisik,” demikian Amidhan menjelaskan.

Menurut Ketua MUI ini, jihad bisa diartikan sebagai perang ketika sudah memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam Islam, misalnya umat Islam diserang, membela kehormatan dan agamanya.[Aziz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *